karya ilmiah


 

BAHASA INDONESIA

 

Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

DISUSUN OLEH :

NAMA  : MU’THIANA GUSNAM

NMP     : (29113995)

KELAS          : 3KB05

JURUSAN     : SISTEM KOMPUTER (S1-PAGI)

 

DOSEN :

Sumber :

 

 

 

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2014

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. karena telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi.

Makalah ini dibuat sebagai salah satu tugas untuk jurusan Sistem Komputer di Universitas Gunadarma. Selain itu, dengan adanya makalah ini diharapkan timbul kesadaran bagi kita akan pengetahuan yang dapat diperoleh dari Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi.

Tak lupa juga kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.

Segala kritik dan saran yg bersifat membangun akan kami terima dengan lapangdada, karena penulis merasa masih ada kekurangan dalam penyusunan makalah  ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan ilmu bagi siapapun yang membacanya.

 

 

 

Tangerang, 17 April 2016

 

 

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR.. 2

DAFTAR ISI. 3

PENDAHULUAN.. 5

1.1      Landasan Teori 5

1.2      Perumusan Masalah. 5

1.3      Tujuan. 5

2.1      Pengertian Reformasi 6

BAB III. 11

KESIMPULAN dan SARAN.. 11

DAFTAR PUSTAKA.. 13

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Landasan Teori

Di dalam kehidupan bernegara dan berbangsa bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang amat penting. Bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai alat integratif dan instrumentral dalam kehidupan bernegara sedang menghadapi tantangan besar. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dalam membangun jati diri Indonesia seutuhnya pada  abad ini menyebabkan pengaruh bahasa asing sangat dominan. Kekawatiran tentang bahasa asing ini bahkan  jauh hari telah dikemukan oleh Presiden pada saat Konggres Bahasa Indonesia VI tahun 1993 yang menyatakan bahasa Indonesia yang merupakan jati diri bangsa mengalami ancaman terutama makin tidak terkendalinya pemakaian kata dan istilah asing.

Pada saat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998. ketika gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh tatanan kehidupan dan praktik politik pada era Orde Baru banyak mengalami keruntuhan. Pada era reformasi ini, bangsa Indonesia ingin menata kembali (reform) tatanan kehidupan yang berdaulat, aman, adil, dan sejahtera. Tatanan kehidupan yang berjalan pada era orde baru dianggap tidak mampu memberi kedaulatan dan keadilan pada rakyat.

Eksistensi bahasa Indonesia mulai terdesak oleh bahasa asing, terutama oleh bahasa  Inggris.  Keadaan saling bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Kenyataan yang ada sekarang ini, fungsi bahasa daerah mulai tergantikan oleh bahasa  Indonesia.  Situasi nonformal yang seharusnya menggunakan bahasa daerah mulai tergantikan oleh bahasa Indonesia. Sebagai contoh saat ini banyak keluarga muda  suku Jawa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia pada anak balitanya, bukan lagi dengan bahasa Jawa. Begitu pula mulai ada kecenderungan bahasa Inggris  menggantikan peran bahasa Indonesia, baik dalam komunikasi nonformal (lingkungan keluarga) maupun komunikasi formal. Sekarang ini, banyak sekolah  yang sebenarnya bukan sekolah internasional menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar.

 

 

 

1.2   Perumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini antara lain adalah :

  1. Peranan Bahasa Indonesia untuk komunikasi
  2. Sejarah Bahasa Indonesia
  3. Eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini antara lain adalah:

  1. Mempelajari tentang hubungan Bahasa Indonesia di era globalisasi
  2. Untuk mengetahui definisi eksistensi Bahasa Indonesia
  3. Untuk mengetahui definisi Faktor-Faktor yang mempengaruhi eksistensi Bahasa Indonesia

1.4  Metode Pengumpulan Data

Adapun  beberapa metode atau cara yang dilakukan penulis dalam mengumpulkan informasi ataupun data – data yang dapat disajikan sebagai penunjang dalam Laporan ini, yaitu:

1.4.1    Metode Literature

Penulis mengumpulkan data-data aktual berasal dari buku-buku atau karya tulis lainnya yang dapat menunjang isi laporan.

1.4.2    Metode Dokumentasi

Metode ini digunakan untuk memperoleh gambaran obyek yang lebih jelas dan meyakinkan penulis dalam penulisan laporan.

1.4.3    Metode Observasi

Dalam Metode ini penulis melakukan pengamatan dan mempelajarinya pada obyek yang penulis bahas untuk mendapatkan data yang akurat dan objektif.

1.5  Sistematika Pembahasan Laporan

Untuk mempermudah pembacaan dan mengetahui isi laporan ini, maka penulis menguraikan pembahasan laporan secara sistematis sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, tujuan, ruang lingkup laporan (pembatasan masalah), metode pengumpulan data, dan sistematika penyusunan laporan.

BAB II      Pembahasan

                  Bab ini menjelaskan tentang dasar teori, pengertian bahasa indonesia dan materi yang mendukung.

BAB III    Penutup

Bab ini menguraikan kesimpulan dan saran-saran dari materi yang ada di dalam karya ini.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Eksistensi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 378) eksistensi  adalah keberadaan. Eksistensi dalam bentuk kata benda berarti hal berada. Berdasarkan penjelasan tersebut, eksistensi memaksudkan suatu keberadaan atau keadaan. Definisi makna sebenarnya yang terkandung memang sulit untuk dipahami. Hal ini disebabkan kata-kata dan bahasa sesungguhnya tidak sempurna, sehingga gagasannya tidak dapat dinyatakan secara persis. Terlebih lagi, kata eksistensi itu mencakup hal yang luas. Namun, bukan berarti kata tersebut tidak dapat dijabarkan (Bagoes, 2013).Kata eksistensi dapat dipahami dengan melihat konteks kalimatnya. Misalnya, eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dalam pergaulan pada era globalisasi berarti keberadaan bahasa tersebut sebagai bahasa nasional di tengah pergaulan pada era itu. Eksistensi juga mengandung arti adanya satu hal dalam jangka waktu tertentu.

 

2.2 Eksistensi Bahasa Indonesia Di Era Globalisasi

Eksistensi Bahasa Indonesia Pada era globalisasi sekarang ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional,pemakai bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. Disiplin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri.

Peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan ini, peningkatan mutu pengajaran bahasa Indonesia di sekolah perlu terus dilakukan.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, bahasa Indonesia justru dihadang banyak masalah. Pertanyaan bernada pesimis justru bermunculan. Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya dan bahasa Iptek yang berwibawa dan punya prestise tersendiri di tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi? Mampukah bahasa Indonesia bersikap luwes dan terbuka dalam mengikuti derap peradaban yang terus gencar menawarkan perubahan dan dinamika? Masih setia dan banggakah para penuturnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang efektif di tengah-tengah perubahan dan dinamika itu?

Akan tetapi, beberapa kaidah yang telah dikodifikasi dengan susah-payah tampaknya belum banyak mendapatkan perhatian masyarakat luas. Akibatnya bisa ditebak, pemakaian bahasa Indonesia bermutu rendah: kalimatnya rancu dan kacau, kosakatanya payah, dan secara semantik sulit dipahami maknanya. Anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar seolah-olah hanya bersifat sloganistis, tanpa tindakan nyata dari penuturnya (Sawali Tuhusetya, 2007).

2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Eksistensi bahasa Indonesia

Faktor-faktor yang mempengaruhi bahasa indonesia kita. banyak faktor yang sangat kuat untuk mempengaruhi bahasa indonesia kita, saat kita menggunakanya dengan baik. Disaat kita berbicara dengan sesama kita bisa terpengaruh karena yang pertama lingkungan, faktor lingkungan ini sangat kuat pengaruhnya karena kita berada didalam lingkungan tersebut. Yang  kedua faktor teman terkadang secara tidak sengaja kita sering mengucapkan kata-kata tidak baku dengan teman-teman kita, karena ingin dikatakan gaul. Yang ke tiga pengaruh bahasa daerah, pengaruh ini sering kita dengar sedikit banyak nya jika seseorang tidak sering menggunakan bahasa indonesia ia akan janggal saat berbicara, dia bisa tidak sengaja mengeluarkan bahasa daerahnya saat berbicara dengan orang lain yang jadi nya orang lain tidak mengerti.

Penggunaan kalimat tidak baku dalam berbicara juga mempengaruhi saat kita berbicara dalam situasi formal. ada kalimat-kalimat yang sering kita dengar, saat kita mendengarnya terasa janggal. Ini yang masih mempengaruhi keadaan bahasa kita saat ini. Ini contoh-contoh kalimat tidak baku ialah; ia pukul anjing itu sampai mati, saya kirim surat untuk ibu, pemerintah tolak impor barang ilegal, dan lain-lain.

Setelah kita melihat masalah-masalah diatas kita sudah menyadari ternyata banyak kesalahan kita saat berbicara dengan orang lain. Maka dari itu kita bisa menilai masalah diatas untuk memperbaiki ucapan kita saat berbicara dengan orang lain. Karena ketika ucapan kita sudah sah menurut kamus besar bahasa indonesia bayak keuntungan yang kita temui kita bisa lancar untuk berbicara saat berada didepan orang lain, kita tidak sungkan lagi untuk mengikuti acara-acara formal, kita bisa menilai orang yang berbahasa indonesia yang benar bahwa ia menjunjung tinggi bahasa indonesia.

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

3.1 Kesimpulan

Eksistensi Bahasa Indonesia Pada era globalisasi sekarang ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia.

3.2 Saran

Masyarakat sebaiknya lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia  daripada menggunakan bahasa asing. Anak-anak muda dan mahasiswa-mahasiswa  hendaknya meminimalisir menggunakan bahasa alay, bahasa gaul, dan bahasa sejenis yang dapat mengancam eksistensi bahasa Indonesia. Para dosen hendaknya menggunakan dan mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar mahasiswa-mahasiswa. Pihak swasta hendaknya menggunakan lisan dan tulisan dalam bahasa Indonesia dalam iklan maupun produk mereka.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Bagoes, N. (2013). Pengertian eksistensi dan kajian usabha candidasa part I.  Diakses tanggal 22 November 2013, dari http://www.congkodok.blogspot.com

Muslich, M. (2010). Bahasa indonesia pada era globalisasi: kedudukan, fungsi,  pembinaan, dan pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Partana, Paina dan Sumarsono. 2004. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda bekerja sama dengan Pustaka Pelajar.Timggalkan Komentar Anda

 

https://saputraatjeh.wordpress.com/2015/09/28/faktorfaktor-yang-mempengaruhi-eksistensi-bahasa-indonesia/